Browsing All Posts filed under »My Poem«

Tanah

October 3, 2010

0

                      di tanah basah yang berwarna merah aku sedang menancapkan kata-kata indah di tanah ini ingatanku kembali tanah yang dulunya terbentuk dari cinta suci kini menjadi bebatuan menangis sedih karna kerapuhan biarlah tanah  ini sebuah menjadi misteri yang takkan mengungkapkan kisah kita yang lama biarlah […]

Cintaku

October 2, 2010

0

Cintaku adalah dirimu Cinta yang slalu kurindu Cinta yang mengerti akan harapanku Cinta yang peduli pada masa depanku tanpa kamu diriku memilu sperti darah yang berhenti mengalir ditubuhmu. tanpa senyummu hariku adalah bisu seperti diamnya batu. begitulah rasaku kehilangan senyuman darimu. Medan, 1 oktober 2010  

Menyesal

September 24, 2010

0

Aku datang bersimpuh Di ruang maha kudus Membawa tubuh berlapis-lapis dosa Meminta ampunan atas kelakuan yang salah   Tuhan, Ini aku Anakmu yang berdosa Tolong hapuskan setiap pelanggaranku. Tuhan, Kau tak pandang Hina Hatiku yang sangat hancur Kau dekap aku dalam palunganmu yang suci. Tuhan, Terima kasih buat kasihmu Menyelamatkan hidupku dari belenggu dosa. Medan, […]

Jalan maya

September 23, 2010

1

Aku menyusuri belantara Kudapati beribu pohon tertawa Beratus satwa bercanda Aku terduduk di tanah Beralaskan dataran merah Berharap menemukan rumah Tuk berteduh menghilangkan lelah Tersesat di jalan maya Aku mengucap doa Sambil menitikkan air mata Memohon pada Sang kuasa Untuk keluar dari sana Medan, 21 September 2010

Kanvas kaku

September 23, 2010

0

Lihatlah pada kanvas yang kaku Aku melukiskan rinduku untukmu Ambilah kanvas itu Warnai rinduku dengan rasamu Agar dia ceria sperti yang dulu Medan, 19 september 2010

Nyawa

September 23, 2010

0

Hati berguncang Jiwa bergetar Nyawa menghilang Dicuri maut Menuju kegelapan Cekam sungguh mencekam Waktu tlah berhenti Takkan berlari lagi Medan, 18 september 2010

Bahasa duka

September 23, 2010

0

Aku mengundang kamu hai wanita|kemarilah dan mendekatlah| Liat di kotak berwarna hitam|ada sebentuk hati disana|ambil dan patahkan sebentuk hati itu menjadi kepingan-kepingan derita|agar aku dapat meracik kata menjadi kumpulan bahasa yang duka. Medan, 19 September 2010